3 Desember 2013

Sekarang gue udah lulus SMA dan skrg sedang bekerja meraih mimpi di Kharisma Nusantara Teknologi

Dari hubungan dengan Velly gue banyak belajar tentang berbagai hal.

Mulai dari pertemuan dengan dia. Terkadang kita nggak selalu bisa menilai seseorang dari lingkungannya. Terbukti Velly membuka mata gue tentang seorang dancer.

Dan saat menjalani hubungan pun gue menyadari bahwa walaupun kita selama ini bisa menjalani hidup sendiri, tapi ternyata dengan kehadiran seseorang yang cocok dengan diri kita, kita mampu membuat hidup yang sudah indah menjadi jauh lebih indah lagi. Life is good when you alone. Life is great when you together with someone you love..

Dan saat berpisah pun gue mendapat pelajaran. Bahwa terkadang apa yang kita inginkan belum tentu berjalan sesuai dengan keinginan kita. Karena hidup terus berubah. Apalagi di masa SMA yang adalah masa transisi buat remaja.
Tapi walaupun berpisah dengan Velly, gue percaya suatu saat nanti pasti akan ada seseorang yang bisa mengisi hidup gue. Orang yang tepat untuk gue. Orang yang nggak akan pernah menyerah oleh rasa jenuh, orang yang nggak akan pernah meninggalkan pasangannya saat sedang terjatuh, dan orang yang akan selalu setia berjalan di samping gue baik saat terang maupun saat di kegelapan... :)


Memasuki bulan ke-3, gue mulai menyadari semua sudah tak seindah dulu..

SMS sudah jarang dibalas, ketemu saat istirahat udah nggak tau mau ngomong apa, setiap kali ketemu pun sudah mulai nggak ada "setrum" seperti dulu. Inilah yang biasanya disebut JENUH.

Di saat seperti ini kita sebenarnya punya 2 pilihan. Pilihan pertama adalah melepaskan pasangan kita dan mencari kesenangan baru. Pilihan yang kedua adalah mencari kesenangan yang baru, tanpa melepaskan pasangan kita (mencari kesenangan bersama-sama, bukan SELINGKUH...)

Gue memilih pilihan yang kedua.. Sayangnya Velly memilih yang pertama...

Seperti kaki yang ingin berjalan. Jika 1 kaki ingin berjalan sedangkan 1 kaki lainnya ingin diam apakah badan bisa bergerak maju? Itulah yang terjadi antara gue dengan Velly. Satu bulan dalam kebimbangan, kesedihan dan air mata, kami pun memilih untuk berpisah.. 


Sejak berpacaran dengan Velly pikiran dan hidup gue berubah..

Pikiran gue berubah karena Velly ternyata anggota baru tim Modern Dance di sekolah gue! (Tuhan sungguh Maha Adil..)
Gue sadar ternyata kita nggak boleh menganggap semua orang itu sama. Velly mengubah cara gue memandang cewek dancer.
Dia nggak hidup mewah, dia nggak sombong, dia nggak playgirl, dia nggak matre, dia nggak menor kalau ke sekolah..

Hidup pun juga berubah. Yang biasanya isengin teman di jam istirahat sekarang jadi mampir ke kelas Velly, yang biasanya pulang sekolah nongkrong di aula sama teman-teman, sekarang nongkrongnya sama Velly, yang biasanya pulang langsung tidur siang, sekarang SMSan dulu dengan Velly. Hidup gue berubah..

Dan ini berlangsung selama 2 bulan..

Velly

Bukan karena selera gue tinggi. Gue 'gak ada niat pacarin tim modern dance karena gue ngerasa 'gak mungkin bisa dapetin cewek seperti mereka! Yang setiap akhir minggu pasti selalu jalan-jalan ke mall, apalagi hobi belanja mereka yang nyaris selalu harus tersalurkan, dan yang paling' gak enaknya adalah banyak pria jahil yang pasti mencoba ngedeketin mereka walaupun tahu cewek itu udah punya pasangan..

Gue ngerasa mendingan gue single aja.

Suatu hari, gue yang saat itu hanya jadi pelatih di Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera) untuk upacara hari kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus dipertemukan dengan seorang bidadari yang bernama Velly.

Velly adalah cewek junior kelas 10 yang baru masuk ke sekolah beberapa bulan yang lalu. Setelah beberapa kali bertemu dalam latihan saya mulai memperhatikan dia. Wajahnya imut, kelakuannya lucu, senyumnya menggemaskan, dan selalu asik diajak bercanda. Setelah berkenalan cukup lama gue mulai menyadari bahwa gue jatuh cinta... #tersipumalu

Setelah PDKT sekitar 1 bulan kami berdua merasa cocok dan gue pun nembak dia saat H-1 sebelum upacara 17 Agustus karena itu adalah hari terakhir kita bisa bersama. Sempat jantung berdegup kencang, keringat dingin keluar, dan lutut agak lemas. Namun dengan bermodal perasaan yang sudah menggebu-gebu, akhirnya gue paksakan diri untuk ngomong di aula saat yang lain sedang sibuk mempersiapkan kostum.

Dan ternyata dia punya perasaan yang sama ! Kami pun berpacaran sejak detik itu..


16 Oktober 2013

Nama gue Anthony. Gue bukan termasuk cowok yang ganteng. Duit gue juga nyaris pas-pasan (baca: kadang pas, kadang kekurangan. jadinya nyaris pas-pasan nulisnya. hahaha.. :D). Itulah kenapa gue perlu perjuangan ekstra buat dapetin cewek dibanding temen-temen gue yang lain.



Waktu SMA dulu, gue sekolah di salah satu SMA di Jakarta Pusat yang terkenal dengan kemampuan tim modern dance yang setiap kompetisi hampir selalu pulang dengan piala di tangan mereka. Secara otomatis tentu bisa jadian sama salah satu dari tim modern dance yang dikenal seantero sekolah, punya wajah cantik, punya badan yang bagus, dan punya kemampuan dance yang bikin cowok-cowok terbang ke langit ke tujuh ini jadi impian hampir setiap cowok di sekolah gue.. Ya, hampir setiap cowok, kecuali gue..

Perkenalan

Hai guys.. sebelum mulai blog ini saya mau kenalin diri dulu.

Banyak blogger2 yang biasanya kalau membuat blog, langsung ngebuat tulisan-tulisan yang to-the-point, sesuai dengan tema, dan terstuktur dengan rapi. Ini sah-sah aja. Tapi perlu diperhatikan. Untuk blog saya, berhubung adalah kisah nyata maka menurut saya, alangkah baiknya bila memperkenalkan diri terlebih dahulu agar pembaca dapat benar-benar membayangkan situasi yang terjadi.